Sekitar empat abad yang lalu, ada seorang matematikawan, fisikawan, sekaligus filsuf asal Perancis yang mengemukakan hypothesis -nya bahwa bagi seseorang jauh lebih aman jika ia percaya kepada Tuhan dibandingkan jika ia tidak percaya keberadaan Tuhan ( atheist ). Kurang lebih, Blaise Pascal mengemukakan sebagai berikut: Setiap orang, tanpa kecuali, harus bertaruh, apakah Tuhan itu ada atau Tuhan itu tidak ada. Jika seseorang bertaruh bahwa Tuhan itu ada, dan oleh karena itu selama hidup dia mentaati perintah agama, dan ternyata Tuhan itu memang benar ada, maka selamatlah si orang ini dan dia akan memperoleh pahala yang tak terhingga. Namun, dalam hal ternyata Tuhan itu tidak ada, maka si orang ini tidak terlalu rugi banyak, paling-paling dia hanya kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang tanpa batas selama dia hidup di dunia. Itu saja risikonya kalau ternyata Tuhan itu tidak ada. Jika seseorang bertaruh bahwa Tuhan itu tidak ada dan ternyata Tuhan itu memang benar tidak ada, maka p...
" Setiap anak Adam melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertobat" (Sunan Ad Darimi 2611/2769, Tirmidzi. Ibnu Majah, Ahmad) Ya, semua manusia pasti melakukan kesalahan, termasuk orang-orang beriman. Atau bahkan khususnya orang-orang beriman pasti melakukan kesalahan dalam usahanya untuk beriman Ada dua jenis kesalahan yang dilakukan oleh orang beriman atau orang yang percaya: 1. Mengimani sesuatu yang salah 2. Mengimani sesuatu secara salah Pertama, mengimani sesuatu yang salah. Misalnya, orang-orang Kristen Appalachian di Amerika Serikat sangat mengimani ayat Injil Markus 16:18 secara harfiah/literal. Lalu bagaimana seandainya Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan apa yang tertulis dalam Markus 16:18, dan akibatnya sebagian orang-orang Kristen Appalachian tewas akibat mereka mengimani sesuatu yang salah? Bukankah para pemegang ular Appalachian tsb adalah orang-orang yang mati konyol untuk agamanya? Atau contoh lain, bag...