Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Pascal's Wager, Inti Ajaran Al Quran, dan Hal Yang Diabaikan (Overlooked) oleh Mayoritas Muslim

Sekitar empat abad yang lalu, ada seorang matematikawan, fisikawan, sekaligus filsuf asal Perancis yang mengemukakan hypothesis -nya bahwa bagi seseorang jauh lebih aman jika ia percaya kepada Tuhan dibandingkan jika ia tidak percaya keberadaan Tuhan ( atheist ). Kurang lebih, Blaise Pascal mengemukakan sebagai berikut: Setiap orang, tanpa kecuali, harus bertaruh, apakah Tuhan itu ada atau Tuhan itu tidak ada. Jika seseorang bertaruh bahwa Tuhan itu ada, dan oleh karena itu selama hidup dia mentaati perintah agama, dan ternyata Tuhan itu memang benar ada, maka selamatlah si orang ini dan dia akan memperoleh pahala yang tak terhingga. Namun, dalam hal ternyata Tuhan itu tidak ada, maka si orang ini tidak terlalu rugi banyak, paling-paling dia hanya kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang tanpa batas selama dia hidup di dunia. Itu saja risikonya kalau ternyata Tuhan itu tidak ada. Jika seseorang bertaruh bahwa Tuhan itu tidak ada dan ternyata Tuhan itu memang benar tidak ada, maka p...

Salah

 " Setiap anak Adam melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertobat" (Sunan Ad Darimi 2611/2769, Tirmidzi. Ibnu Majah, Ahmad) Ya, semua manusia pasti melakukan kesalahan, termasuk orang-orang beriman. Atau bahkan khususnya orang-orang beriman pasti melakukan kesalahan dalam usahanya untuk beriman Ada dua jenis kesalahan yang dilakukan oleh orang beriman atau orang yang percaya: 1. Mengimani sesuatu yang salah 2. Mengimani sesuatu secara salah Pertama, mengimani sesuatu yang salah. Misalnya, orang-orang Kristen Appalachian di Amerika Serikat sangat mengimani ayat Injil Markus 16:18 secara harfiah/literal. Lalu bagaimana seandainya Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan apa yang tertulis dalam Markus 16:18, dan akibatnya sebagian orang-orang Kristen Appalachian tewas akibat mereka mengimani sesuatu yang salah? Bukankah para pemegang ular Appalachian tsb adalah orang-orang yang mati konyol untuk agamanya? Atau contoh lain, bag...

Believe in the Scripture before the Quran

"O believers, believe in God and His messenger, and the Scripture He sent down to His messenger and the Scripture He sent down before. And whoever disbelieves in God, His angels, His Scriptures, His messengers, and the Last Day, has certainly gone far astray." (Quran Sura An Nisa 136). For years I had been perplexed by this verse. What puzzled me the most was why the Scripture before the Quran is written in a singular form, not plural, whereas there are at least three Scriptures that have been known to muslims, i.e. the Torah, the Gospel, and the Psalms. Which of these Scriptures are meant to be believed by the muslims besides the Quran, and how to implement this verse in life? For all I know, the majority of muslims believe that there were three Scriptures before the Quran, namely the Torah, the Gospel, and the Zabur, but those three Scriptures had been altered, corrupted, and edited over time, so the Bible that we have today is no longer trustworthy. And there is no need fo...

Fungsi Rasul dan Kitab Suci

 Pada khotbah Jumat hari ini, Jumat 27 Februari di Masjid Al Amanah Kemenkeu, ada satu pernyataan sang khatib yang menarik buat saya. Kurang lebih sang khatib menyatakan, bahwa untuk mengetahui bahwa Tuhan itu ada, kita tidak memerlukan rasul dan kitab suci.  Kita memerlukan rasul dan kitab suci bukan untuk mengetahui bahwa Tuhan itu ada melainkan untuk mengetahui siapakah Tuhan itu. Kalau untuk mengetahui bahwa Tuhan itu ada, maka orang-orang kafir Quraisy pun sudah tahu bahwa Tuhan itu ada. Ada banyak malahan menurut versi mereka. Jadi, kita memerlukan Rasul dan Kitab Suci untuk mengetahui siapakah Tuhan. I'll keep that in mind! Dalam benak saya, ini ada hubungannya dengan ayat Al Quran yang pertama kali turun, termasuk beberapa ayat awal Surat Al Muddatsir dan Al Muzzammil yang konon termasuk ayat-ayat yang paling awal diturunkan kepada Nabi.