Langsung ke konten utama

Postingan

Inikah Injil Yang Asli?

  Sudah bertahun-tahun saya tertarik dengan kitab Injil dan mempelajari Injil. Dan sudah bertahun-tahun pula saya memikirkan, sebenarnya kitab Injil yang mana yang dimaksud oleh Al Quran ketika Al Quran berbicara tentang Injil. Beberapa kitab injil yang pernah menjadi kandidat antara lain, Injil Mathius, Injil Lukas, Injil Q, Injil Ibrani (Gospel of the Hebrews), Injil Barnabas, Injil Didache, and last but certanly not the least : the Gospel of Marcion atau Injil Marcion. Sebagian besar injil yang saya sebutkan di atas memiliki sejumlah kelemahan karena satu dan lain hal. Kecuali Injil Marcion.  Injil Matius PB dan Injil Lukas PB, misalnya, selain kedua kitab tersebut mengandung sejumlah kesalahan minor, namun yang lebih utama adalah karena beberapa ayat dalam Injil Matius PB dan Injil Lukas bertentangan dengan Al Quran. Salah satu kontradiksinya adalah bahwa baik dalam Injil Matius maupun Injil Lukas, genealogi Yesus selalu dikaitkan dengan Yusuf si tukang kayu, yang pada ak...

Recap: Kitab Yang Diwariskan (Fathir 32)

Premis yang saya gunakan adalah dari definisi warisan itu sendiri. Berdasarkan Tafsir ibnu Jarir Ath Thabari, arti warisan adalah berpindahnya satu pemahaman dari satu kaum ke kaum yang lain (Tabari jilid 21 hal 550 cetakan pustaka azzam).  Jika ibnu Jarir benar, bahwa definisi warisan dalam QS 35:32 tsb adalah berpindahnya pemahaman dari suatu kaun kepada kaum yang lain, maka Kitab Tanakh versi Masoretic Text atau Kitab Perjanjian Lama versi Alkitab Protestan tidak memenuhi kriteria tersebut. Karena sejatinya Kitab Perjanjian Lama versi Alkitab Protestan hanya sekedar terjemahan dari Kitab Tanakh versi Masoretic Text -nya orang Yahudi. Tidak ada proses berpindahnya pemahaman dari kaum Yahudi kepada orang Kristen (Protestan) karena pada dasarnya kitab yang mereka percayai sebenarnya sama saja (hanya beda urutan kitab), tanpa ada banyak perbedaan isi/ayat Alkitab. Menurut pendapat saya, sejauh yang saya ketahui, hanya terdapat tiga kitab saja yang nampaknya memenuhi kriteria sebag...

Mengantisipasi Perubahan Zaman

Saya percaya bahwa suatu saat nanti Imam Mahdi dan/atau Sang Mesias akan muncul ke bumi. Bahkan, saya pribadi percaya,  imho , bahwa Imam Mahdi dan/atau Sang Mesias akan datang pada abad ini, yakni abad ke-21 Masehi (sebelum tahun 2099 M) dan abad ke-15 Hijriah (sebelum tahun 1499 H). (Btw, tulisan ini saya buat pada tanggal 29 Juni 2023 atau 10/11 Zulhijjah 1444 H). Dalilnya antara lain dari buku  Umur Umat Islam  yang pernah beredar sekitar 20 tahun yang lalu, yang kurang lebih memperkirakan bahwa umur umat Islam itu hanya satu setengah hari saja atau sekitar 1500 tahun. Wa Allahu a'lam. Namun, di sisi lain saya juga percaya bahwa sebelum Imam Mahdi dan/atau Sang Mesias datang, maka zaman akan berubah. Artinya, zaman ketika sang Imam Mahdi dan/atau Sang Mesias datang, yang menurut perkiraan saya tidak akan lebih dari 50 tahun lagi dari sekarang, keadaannya akan sangat berbeda dengan zaman saat ini (2023). Saya menduga bahwa ketika Imam Mahdi dan/atau sang Mesias datang ...

Mengantisipasi Masa Krisis

I believe , suatu saat nanti, akan ada masa yang akan sangat berbeda dengan dunia yang kita kenal saat ini ( the world as we know it today ). Saya percaya bahwa suatu saat nanti dunia akan kembali seperti masa lalu, dimana manusia akan berbelanja tidak lagi menggunakan uang kertas atau fiat money yang tidak memiliki nilai intrinsik tertentu, melainkan menggunakan komoditas yang memiliki nilai intrinsik tertentu, yaitu emas dan perak. Kapan itu akan terjadi? Prediksi saya sekitar tahun 2033 plus minus 9 tahun, berarti rentang waktunya antara 2024 hingga 2042. (Disclaimer: ini hanya sekedar prediksi saya, dan saya tidak pernah mengklaim bahwa saya menerima wahyu dari Tuhan atau dari malaikat). Kenapa saya memprediksi tahun 2033 beserta timelines-nya akan terlampir di akhir tulisan. Nah, apa yang akan terjadi jika krisis ekonomi melanda di seluruh dunia? Diperkirakan, ketika krisis datang, orang tidak akan lagi percaya kepada uang kertas, yang kelak akan sangat turun nilainya. Penurunan n...

The so-called Predestination atau Takdir

Sejak sekitar 30 tahun yang lalu, atau tepatnya ketika saya masih duduk di bangku SMA, ketika saya sedang getol-getolnya belajar agama dan aktif di kegiatan rohani islam (rohis) di SMA saya, saya sudah dibuat galau oleh sebuah hadits populer yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud, dan termasuk salah satu hadits dalam Hadits Arbain. Menurut hadits Ibnu Mas'ud tersebut, setiap manusia sudah ditakdirkan nasibnya, rejekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia akan celaka atau bahagia. Sehingga adakalanya seseorang yang pada awal masa hidupnya banyak melakukan perbuatan baik, namun karena ia sudah ditakdirkan untuk masuk neraka maka pada akhirnya orang tersebut melakukan perbuatan jahat, sehingga orang tsb akhirnya masuk neraka. Demikian juga sebaliknya.  Sejak mengetahui hadits tsb, hati saya dibuat gundah gulana karena hadits tersebut seolah-olah bertabrakan dengan akal pikiran saya. Bukankah Tuhan itu Maha Adil, tapi kok seolah-olah Tuhan menetapkan nasib manusia secara acak ( arbitrary...

Mengidentifkasi Kitab Suci Yang Disebut dalam Al Quran

Dalam beberapa ayatnya, Al Quran menyebutkan beberapa kitab suci yang pernah diturunkan kepada manusia. Empat diantaranya disebutkan namanya, yaitu Taurat, Injil, Zabur, dan Al Quran itu sendiri. Namun ada juga kitab yang tidak disebutkan namanya, seperti contohnya shuhuf Ibrahim dan shuhuf Musa. Setelah membaca sekian banyak buku dan sejumlah artikel, serta merenung selama sekian tahun, di sini saya akan mencoba mengidentifikasi kitab-kitab suci yang disebutkan di dalam Al Quran, baik disebutkan namanya atau tidak. 1. Kitab Musa Banyak yang menduga bahwa kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa adalah Taurat. Atau Taurat adalah kitab yang diberikan kepada Nabi Musa. Padahal, tidak satu pun ayat di dalam Al Quran yang menyatakan bahwa Allah memberikan Taurat kepada Nabi Musa. Bahwasanya Al Quran menyatakan bahwa Allah menurunkan suatu kitab kepada Musa, memang benar adanya. Dan bahwasanya Allah menurunkan Taurat untuk bani Israel, ya memang benar. Namun, tidak ada satu pun ayat Al Qura...

Injil dan Quran: Dua Kitab untuk Umat Manusia

Semenjak Nabi Musa diutus kepada Firaun dan kepada bani Israel hingga masa Muhammad, terdapat sejumlah kitab yang Allah turunkan. Kitab-kitab tersebut antara lain Kitab Musa yang tertulis dalam loh-loh batu ( The Ten Commandments ), Taurat, Kitab Nabi-Nabi ( Nevi'im ), Mazmur (Zabur), Injil, dan Al Quran. Namun dari sekian banyak kitab suci tersebut, menurut saya hanya dua kitab saja yang diturunkan untuk seluruh umat manusia, dan bukan hanya diturunkan untuk sekelompok golongan saja. Kedua kitab yang saya maksud tersebut adalah kitab Injil dan Al Quran. Dalam kitab Taurat, terdapat sejumlah perintah yang menyatakan bahwa perintah tsb hanya ditujukan kepada bani Israel saja ("Katakanlah kepada bani Israel ..."). Demikian juga dalam kitab nabi-nabi (Nevi'im) terdapat nubuat-nubuat yang khusus ditujukan untuk bani Israel. Apalagi di dalam Kitab Musa terdapat perintah khusus yang hanya mengikat bani Israel saja, salah satunya adalah perintah untuk menguduskan Hari Sabtu ...