Langsung ke konten utama

Postingan

Judgmental di dalam Al Quran

Judgmental: (1) too quick to criticize people; (2) tending to form opinions too quickly, esp. when disapproving of someone or something (Cambridge Dictionary) Judgmental: characterized by a tendency to judge harshly (Merriam-Webster) Judgmental: (adj) if you say that someone is judgmental, you are critical of them because they form opinions of people and situations very quickly, when it would be better for them to wait until they know more about the person or situation. (in American English) making or tending to make judgments as to value, importance, etc, often specific., judgments considered to be lacking of tolerance , compassion, objectivity, etc. (Collins Dictionary) Judgemental: judging people and criticizing them too quickly (Oxford Learner's Dictonary) B eberapa bulan belakangan ini saya suka membaca sejumlah jawaban atau tulisan di quora , di mana si penulis atau si penjawab (kebanyakan wanita) menyatakan ketidaksukaannya terhadap orang yang judgmental (american english) ...

Pascal's Wager, Inti Ajaran Al Quran, dan Hal Yang Diabaikan (Overlooked) oleh Mayoritas Muslim

Sekitar empat abad yang lalu, ada seorang matematikawan, fisikawan, sekaligus filsuf asal Perancis yang mengemukakan hypothesis -nya bahwa bagi seseorang jauh lebih aman jika ia percaya kepada Tuhan dibandingkan jika ia tidak percaya keberadaan Tuhan ( atheist ). Kurang lebih, Blaise Pascal mengemukakan sebagai berikut: Setiap orang, tanpa kecuali, harus bertaruh, apakah Tuhan itu ada atau Tuhan itu tidak ada. Jika seseorang bertaruh bahwa Tuhan itu ada, dan oleh karena itu selama hidup dia mentaati perintah agama, dan ternyata Tuhan itu memang benar ada, maka selamatlah si orang ini dan dia akan memperoleh pahala yang tak terhingga. Namun, dalam hal ternyata Tuhan itu tidak ada, maka si orang ini tidak terlalu rugi banyak, paling-paling dia hanya kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang tanpa batas selama dia hidup di dunia. Itu saja risikonya kalau ternyata Tuhan itu tidak ada. Jika seseorang bertaruh bahwa Tuhan itu tidak ada dan ternyata Tuhan itu memang benar tidak ada, maka p...

Salah

 " Setiap anak Adam melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertobat" (Sunan Ad Darimi 2611/2769, Tirmidzi. Ibnu Majah, Ahmad) Ya, semua manusia pasti melakukan kesalahan, termasuk orang-orang beriman. Atau bahkan khususnya orang-orang beriman pasti melakukan kesalahan dalam usahanya untuk beriman Ada dua jenis kesalahan yang dilakukan oleh orang beriman atau orang yang percaya: 1. Mengimani sesuatu yang salah 2. Mengimani sesuatu secara salah Pertama, mengimani sesuatu yang salah. Misalnya, orang-orang Kristen Appalachian di Amerika Serikat sangat mengimani ayat Injil Markus 16:18 secara harfiah/literal. Lalu bagaimana seandainya Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan apa yang tertulis dalam Markus 16:18, dan akibatnya sebagian orang-orang Kristen Appalachian tewas akibat mereka mengimani sesuatu yang salah? Bukankah para pemegang ular Appalachian tsb adalah orang-orang yang mati konyol untuk agamanya? Atau contoh lain, bag...

Believe in the Scripture before the Quran

"O believers, believe in God and His messenger, and the Scripture He sent down to His messenger and the Scripture He sent down before. And whoever disbelieves in God, His angels, His Scriptures, His messengers, and the Last Day, has certainly gone far astray." (Quran Sura An Nisa 136). For years I had been perplexed by this verse. What puzzled me the most was why the Scripture before the Quran is written in a singular form, not plural, whereas there are at least three Scriptures that have been known to muslims, i.e. the Torah, the Gospel, and the Psalms. Which of these Scriptures are meant to be believed by the muslims besides the Quran, and how to implement this verse in life? For all I know, the majority of muslims believe that there were three Scriptures before the Quran, namely the Torah, the Gospel, and the Zabur, but those three Scriptures had been altered, corrupted, and edited over time, so the Bible that we have today is no longer trustworthy. And there is no need fo...

Fungsi Rasul dan Kitab Suci

 Pada khotbah Jumat hari ini, Jumat 27 Februari di Masjid Al Amanah Kemenkeu, ada satu pernyataan sang khatib yang menarik buat saya. Kurang lebih sang khatib menyatakan, bahwa untuk mengetahui bahwa Tuhan itu ada, kita tidak memerlukan rasul dan kitab suci.  Kita memerlukan rasul dan kitab suci bukan untuk mengetahui bahwa Tuhan itu ada melainkan untuk mengetahui siapakah Tuhan itu. Kalau untuk mengetahui bahwa Tuhan itu ada, maka orang-orang kafir Quraisy pun sudah tahu bahwa Tuhan itu ada. Ada banyak malahan menurut versi mereka. Jadi, kita memerlukan Rasul dan Kitab Suci untuk mengetahui siapakah Tuhan. I'll keep that in mind! Dalam benak saya, ini ada hubungannya dengan ayat Al Quran yang pertama kali turun, termasuk beberapa ayat awal Surat Al Muddatsir dan Al Muzzammil yang konon termasuk ayat-ayat yang paling awal diturunkan kepada Nabi.

The First Eleven Chapters of the Book of Genesis, Sebelas Pasal Pertama pada Kitab Kejadian

Dalam postingan sebelumnya saya menyampaikan bahwa umat Islam diwajibkan untuk percaya kepada Al Quran dan Alkitab. Namun, Alkitab yang dimaksud bukanlah keseluruhan Alkitab ( The Bible ), dan sudah pasti Alkitab yang dimaksud bukanlah Alkitab-nya orang Kristen yang meliputi Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Wahyu. Alkitab yang dimaksud adalah sebagian dari Kitab Taurat, khususnya Kitab Kejadian. Namun, lebih lanjut lagi Kitab Kejadian yang dimaksud bukanlah seluruh Kitab Kejadian dari Pasal 1 hingga Pasal 50 (Chapter #1 to #50). Ada beberapa alasan yang membuat saya yakin bahwa kita umat muslim tidak dianjurkan untuk membaca keseluruhan Alkitab Kitab Kejadian ( the Book of Genesis ), melainkan beberapa pasal pertamanya saja ( the first few chapters ). Atau kalau di dalam tradisi Judaismen, pembagian Kitab Kejadian tersebut bukan berdasarkan pasal atau chapters , melainkan berdasarkan apa yang disebut sebagai parshat , dimana Kitab Kejadian tersebut dibagi menjadi sepuluh parshat , ...

Ayat-ayat Al Quran: antara Teks dengan Praktiknya

Sejak puluhan tahun yang lalu saya sudah menyadari bahwa terdapat sebagian ayat Al Quran yang ternyata berbeda antara teksnya dengan praktiknya. Sebagian ayat tsb misalnya mulai dari umat Islam sebagai umat terbaik, Rasulullah ada di tengah-tengah kita, sampai dengan rukun iman menurut Al Quran. Dan pada tulisan ini, penulis akan membahas tentang rukun iman menurut Al Quran yang cukup berbeda antara teks Al Quran dengan praktik rukum iman menurut mayoritas umat Islam, yakni golongan Ahli Sunnah wal Jama’ah . Mayoritas umat Islam, khususnya yang berasal dari golongan sunni, percaya bahwa terdapat enam rukun iman, yakni: 1.        Beriman kepada Allah 2.        Beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya 3.        Beriman kepada Nabi Muhammad 4.        Beriman kepada Al Quran dan As Sunnah 5.        Beriman kepada Hari Akhir 6.  ...

The Case for the Bible in the Quran

Dalam berbagai ayat Al Quran, disebutkan kata Alkitab yang dalam bahasa Indonesia kata Alkitab tersebut hampir seluruhnya diterjemahkan sebagai Al Quran . Namun, bagaimana seandainya kata Alkitab tersebut bukanlah Al Quran melainkan Alkitab dalam arti harfiahnya sebagaimana kata Alkitab dalam bahasa Indonesia, yakni the Bible. (Dalam bahasa Arab maupun bahasa Urdu (Pakistan) kata the Bible diterjemahkan sebagai Al Kitab Al Muqaddas , yang juga mengandung kata Alkitab). Salah satu contoh yang paling umum mengenai kata Alkitab yang diterjemahkan sebagai Al Quran ada pada surat Al Baqarah ayat 2. Dzaalikal kitabu laa rayba fiihi. .. yang secara harfiah berarti Itulah Alkitab yang tidak ada keraguan , namun dalam berbagai terjemahan Al Quran ayat tsb diterjemahkan sebagai Al Quran ini tidak ada keraguan. Padahal jelas-jelas teks asli ayat tersebut menyebutkan kata dzalika yang berarti sesuatu yang jauh atau sesuatu yang ghaib. Ayat tsb tidak menggunakan kata hadza . Namun, sebag...

Tilka aayatul kitaab .... itulah ayat-ayat Alkitab

Beberapa surat Al Quran yang diawali dengan huruf hijaiyah dilanjutkan dengan frase tilka aayatul kitaab ... yang arti harfiahnya itulah ayat-ayat Alkitab . Namun, sayangnya, berbagai terjemahan Al Quran menerjemahkan kata tilka yang seharusnya berarti itu sebagai ini . Jika diterjemahkan sebagai ini, maka konotasinya adalah bahwa ayat-ayat yang dimaksud adalah Al Quran (ini). Namun, jika ayat tsb ditafsirkan sebagai "itu" maka konotasinya bahwa ayat yang dimaksud bukanlah ayat Al Quran. Beberapa ayat yang tercatat menggunakan frase ini antara lain adalah surat Yunus 1 , Ar Ra'd 1 , dan Al Hijr 1. Dalam tafsir Thabari, Qurthubi, dan ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat-ayat dalam ketiga surat tersebut, mereka mengemukakan pendapat dari, Qatadah dan Mujahid (dan juga Al Hasan), yang menafsirkan frase tilka aayatul kitab tsb sebagai kitab sebelum Al Quran, atau Taurat dan Injil (atau Zabur). Menurut saya, pendapat Mujahid dan Qatadah inilah yang paling mendekati kebenar...

Dunning Kruger Effect versi Indonesia

 Jauh sebelum orang-orang mengenal fenomena Dunning-Kruger effect, dimana orang-otang yang kurang pintar sering merasa sok tahu, sedangkan orang-orang yang beneran pintar malah lebih sering meng-underestimate diri mereka sendiri, nenek moyang kita sudah mengetahui fenomena tersebut dengan baik. Diantaranya diungkapkan dalam beberapa peribahasa yang populer, antara lain: -  Air beriak tanda tak dalam vs Air tenang menghanyutkan -  Tong kosong nyaring bunyinya  vs  Bagaikan ilmu padi, makin berisi makin merunduk. Jadi, sebenarnya fenomena ini sudah dikenal oleh orang-orang kita sejak lama. Sementara, Bertrand Russel konon pernah berucap: " The trouble with the world is that the fool is full of confidence while the wise is full of doubts. "

Adam: Singular or Plural?

Dalam buku T he Greatest Story Never Told: Torah, Not for Jews Only! , Rabbi Ariel bar Tzadok menulis sebagai berikut: Sebelum kejatuhannya, Adam lebih merupakan sosok spiritual ketimbang sosok fisik. Dalam dirinya terdapat seluruh jiwa umat manusia. Ini tidak hanya berarti bahwa seluruh jiwa akan lahir dari dirinya, melainkan masing-masing dan setiap sel dalam tubuhnya merupakan jiwa individu yang memiliki kesadaran. Dengan demikian, Adam merupakan kumpulan jiwa dari seluruh umat manusia. Maka tidak heran jika di dalam bahasa Ibrani kata untuk manusia dan nama Bapak dari seluruh umat manusia adalah satu dan sama, yakni Adam. Umat manusia, secara bersama-sama, mengalami nasib Adam, bukan sebagai keturunannya, melainkan sebagai bagian dari kumpulan jiwanya. Dosa yang mengotori kumpulan jiwa Adam menyebabkan kumpulan jiwa tersebut terpisah. Setiap jiwa, menjadi entitas yang mandiri. Masing-masing jiwa mandiri yang baru ini memiliki tanggung jawab untuk kembali kepada Tuhan. (p.34) Buku i...

A Final Thought

Setelah bertahun-tahun merenung, sepertinya saat ini saya sudah sampai pada keyakinan yang cukup memadai mengenai Kitab Suci terdahulu yang wajib diimani oleh seluruh mukmin di dunia, sebagaimana tertulis dalam Quran Surat An Nisa ayat 136: Ya ayyuhal-lazina amanu aminu billahi wa rasulihi wal-kitabil-lazi nazzala 'ala rasulihi wal-kitabil-lazi anzala min qabl(u), wa may yakfur billahi wa mala'ikatihi wa kutubihi wa rusulihi wal-yaumil-akhiri faqad dalla dalalam ba'ida "Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya . Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh." (QS 4:136) Kalau malihat ke belakang, pendapat saya mengenai kitab yang diturunkan sebelum Quran ini berulang kali berubah, mulai dari Kitab Tanakh , Taurat, K...